Remarks_from_Bappenas_for_new_Env_Activity_USAID.pdf

PDF 715 KB Posted

Attached to
USAID/INDONESIA Terrestrial Activity Federal contract opportunity
Solicitation number
72049719RFI00001
Issued by
US Agency for International Development Indonesia

About this file

GOI Bappenas Remark during Industry Day July 2019

View the file

Other files for this federal contract opportunity

Other files attached to USAID/INDONESIA Terrestrial Activity, newest first.
File Type Posted
Proposal_Instructions_(Sec_L).pdf PDF
RFI_Cover_Letter_Terrestrial_Activity.pdf PDF
Evaluation_Factors_(Sec_M).pdf PDF
Situational_Model_(Attach_J.2).pdf PDF
Statement_of_Objective_(Attach_J.1).pdf PDF
Pres_USAID_ENV_Workshop_July_2019.pdf PDF
72049719RFI00001_-_Notice_of_Information_New_Environment_Activity.pdf PDF
Terrestrial_sector_activity_design_RFI_v2.pdf PDF

On GovTribe

Work with this file on GovTribe

  • Download the original file
  • Contacts named in this file
  • Similar government files
  • Ask GovTribe AI about this file

Text version

PERENCANAAN PEMBANGUNAN KEHUTANAN

Disampaikan dalam Lokakarya Desain Program Lingkungan Hidup USAID Indonesia Jakarta, 15 Juli 2019

Nur Hygiawati Rahayu Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas

TEMA RANCANGAN TEKNOKRATIK RPJMN 2020-2024

Berpenghasilan Menengah-Tinggi

• Transformasi struktural berjalan.

• Produktivitas tenaga kerja meningkat.

• Iklim investasi kondusif.

• GNI per kapita USD 3.896 – USD 12.055.

Sejahtera

• Kualitas hidup meningkat.

• Perilaku disiplin dan beradab.

• SDM berkualitas dan berdaya saing.

• Indeks kebahagiaan meningkat.

Adil

• Ketimpangan menurun.

• Redistribusi berjalan baik.

Berkesinambungan

• Memperhatikan daya dukung dan daya tampung (Low Carbon Development).

• Selaras dengan agenda pembangunan global dan nasional.

“Indonesia Berpenghasilan Menengah-Tinggi yang Sejahtera, Adil dan Berkesinambungan”

AGENDA PEMBANGUNAN RPJMN IV 2020-2024

1. Meningkatkan SDM berkualitas dan berdaya saing

2. Membangun Karakter Bangsa

3. Memperkuat Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan yang Berkualitas

Pondasi makro ekonomi yang kokoh dengan memperkuat kualitas investasi beserta inovasi dalam negeri merupakan arah dari rencana pembangunan ekonomi Indonesia.

Dilakukan melalui:

1. Peningkatan daya saing ekspor komoditas, produktivitas, keterkaitan hulu-hilir industri, dan daya saing pariwisata,

2. Membangun ekosistem yang mendukung peningkatan daya saing ekonomi kreatif,

3. Peningkatan iklim investasi untuk peningkatan daya saing perekonomian,

4. Mendorong pengembangan perpajakan digital dan peningkatan jasa keuangan

4. Mengembangkan Wilayah untuk Mengurangi Kesenjangan dan

Menjamin Pemerataan

5. Memperkuat Infrastruktur Mendukung Pengambangan

Ekonomi dan Pelayanan Dasar

6. Memperkuat Stabilitas Polhukhankam dan Transformasi

Pelayanan Publik

7. Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana dan

Perubahan Iklim

“Keanekaragaman hayati memiliki peran penting dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan nasional”

Penurunan Daya Dukung dan Daya Tampung

Tutupan Hutan berkurang dari 50% (94,1 Juta ha) Tahun

2017 hingga tinggal 44% (83,8 juta ha) dari total lahan Indonesia (189,7 juta ha) di tahun 2045

Kelangkaan air di Pulau Jawa, Bali dan

Nusa Tenggara meningkat hingga 2030. Proporsi luas wilayah krisis air meningkat dari 6,0% di tahun 2000 menjadi 9,6% di tahun

2045. Kualitas air diperkirakan juga menurun signifikan.

Luas perkebunan monokultur khususnya kelapa sawit diperkirakan terus meningkat dan menekan tutupan hutan. Luas pertanian padi diperkirakan stagnan dan cenderung turun.

Luas habitat ideal satwa langka terancam punah di empat pulau besar (Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi) berkurang dari 80,3% di tahun 2000 menjadi 49,7 % di tahun 2045.

Keanekaragaman Hayati (Habitat Satwa Terancam Punah)

Implementasi gabungan kebijakan moratorium hutan primer, lahan gambut, proporsi hutan, dan implementasi RTRW, diikuti dengan kebijakan moratorium sawit serta perlindungan area habitat fauna di hutan primer dan hutan sekunder pada Skenario Lestari Tinggi akan lebih mampu memberikan perlindungan terhadap habitat satwa terancam punah.

Analisis yang dilakukan hanya sebatas dinamika perubahan tutupan lahan di dalam habitat spesies target, untuk selanjutnya (jika memungkinkan) perlu dilakukan analisis terkait Minimum Viable Population (MVP) untuk mengetahui jumlah individu minimal yang harus dipertahankan di alam liar/habitat aslinya

45.00

50.00

55.00

60.00

65.00

70.00

75.00

80.00

2015 2020 2025 2030 2045

Proporsi Habitat Ideal Satwa Terancam Punah (%)

BAU Lestari Rendah Lestari Sedang Lestari Tinggi

S1 S2 S3 S1 S2 S3 S1 S2 S3 S1 S2 S3 Sumatera Jawa Kalimantan Sulawesi

2020 82.0 83.4 83.5 47.6 49.9 49.9 78.6 87.5 88.7 63.3 66.2 66.4 2025 82.4 83.5 83.9 46.8 49.9 50.0 73.6 87.9 89.4 62.0 66.3 66.7 2000 86.0 86.0 86.0 51.0 51.0 51.0 97.7 97.7 97.7 69.7 69.7 69.7 2030 82.6 83.5 84.1 46.3 49.9 50.1 69.4 88.0 89.7 60.6 66.5 66.9

0.0

20.0

40.0

60.0

80.0

100.0

120.0

Proporsi Area Kualitas Habitat Fauna Per Pulau (%)

S1 = Lestari Rendah S2 = Lestari Menengah S3 = Lestari Tinggi

Now Optimasi Kawasan

Hutan

Forestry 4.0

Sumber Daya Hutan Untuk Kedaulatan

Pangan Energi dan Air

Goal

Menguasai

Pangsa Pasar Bioprospeksi

Dunia

Bioprospeksi

Menguasai

Pangsa Pasar 3 Dunia Produk Hasil Hutan

Precondition

Pengembangan

Bioekonomi Berbasis Hutan

Bioekonomi

Kemantapan Penataan dan Penggunaan

Kawasan Hutan

Pasar Dunia

Roadmap Pembangunan Hutan 2045

• Kawasan dengan indeks jasa ekosistem tinggi menjadi kawasan lindung Nasional seluas 65 juta hektare (daya dukung dan daya tampung, high carbon stock, dan high conservation value)

• Keterlibatan seluruh pihak hingga tingkat desa (KPH, Perhutanan Sosial) dalm pencegahan kehilangan keanekaragaman dan kerusakan ekosistem

• Meningkatkan populasi spesies tumbuhan dan satwa liar untuk kepentingan lingkungan, social, dan ekonomi (bioprospecting, bioeconomy)

Terima Kasih

PERENCANAAN PEMBANGUNAN KEHUTANAN
TEMA RANCANGAN TEKNOKRATIK RPJMN 2020-2024
AGENDA PEMBANGUNAN RPJMN IV 2020-2024
Slide Number 4
Penurunan Daya Dukung dan Daya Tampung
Keanekaragaman Hayati (Habitat Satwa Terancam Punah)
Slide Number 7
Slide Number 8
Terima Kasih

File details come from the government source that posted it.